Text
Kisah Bijak Kembar Penyang Tiwadak dan Saluang yang Malang
Si kembar gemar sekali mengetapel, mereka ingin menjadi pengetapel yang unggul. Namun, ternyata burung-burung yang menjadi sasaran mereka semua terbang. Bukannya mendapat burung yang mereka incar, yang ada mereka malah dikejar binatang-binatang kecil yang terusik oleh mereka. Si kembar kaget dan lari terbirit-birit karena dikejar binatang-binatang itu.
Keesokan harinya, Saluang, teman, dan keluarganya bangun dan mulai ke permukaan. Sesuatu telah terjadi, di seberang banyak yang mati, terapung tanpa nyawa, seperti dibantai.
Terdengar suara orang meminta tolong. "Tolong! Tempat kami beracun. Banyak yang meninggal dunia." Cerita Saluang malang yang masih bertahan hidup tersebut, selalu saja menimbulkan suasana kelabu, bau kematian masih terasa.
Adik-adik yang pintar, sebenarnya apa yang terjadi dengan si kembar? Apa yang dialami Saluang dan keluarganya Bisakah sahabat adik-adik itu bisa bertahan? Akan bahagiakah mereka? Ayo, kita baca kisah bijak, pilu, haru, yang ada pada buku ini.
| MAN074N | 800 DWI k | My Library (800) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2025-01-24) |
| MAN075N | 800 DWI k | My Library | Tersedia |
| MAN075N1 | 800 DWI k | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain